Saya Percaya Tuhan, Saya Tidak Menangis

Gambar by google.com
Apakah kamu percaya Tuhan?... Jika kamu percaya, sejauh mana kamu mempercayai-Nya?... Percaya itu bukan tahu, tapi meyakini atau mengimani. Banyak orang yang tahu tentang Tuhan dan keberadaannya, tapi apa mereka telah meyakininya. Meyakini kasih sayang, pertolongan, dan ampunan-Nya.

Saya meyakini Tuhan dan segala kuasa yang Ia miliki. Kini, saya telah menyerahkan segala sesuatu yang akan terjadi pada diri saya kepada-Nya. Tentu setelah saya sudah meniatkan dan berusaha melakukan sesuatu. Hasil?... Hmmmmm. Biar Dialah yang menentukan sebab saya cuma manusia yang terbatas kemampuannya. Saya hanya bisa niat, usaha dan berdo'a.

» Read More...

Eyeliner, Maskara dan (Calon) Istriku

Gambar: google.com
Saya tidak tahu kenapa tertarik untuk bercerita tentang eyeliner dan maskara. Sebenarnya saya tidak tahu apa itu eyeliner dan maskara, melihat mungkin sudah tapi tidak untuk memahami apalagi memakainya. Hmmm... Yang saya ketahui dua zat kimia itu selalu digunakan oleh calon istri saya saat ia akan bekerja. Setelah pulang biasanya ia mencoba melepaskannya secara manual dengan jari-jari lentiknya. Selebihnya saya tidak tahu apa-apa tentang eyeliner dan maskara. Namun, karena kebiasaan calon istri saya itu, saya tertarik bercerita tentang dua zat itu.
Saya mencoba mencari tahu tentang eyeliner di internet, sebab menceritakan sesuatu harus memiliki referensi. Jadi, hal sederhana dan mudah ya... mencari di internet. Saya menemukan artikel yang berjudul Apa Itu Eyelinner dari beberapa halaman di internet, kemudian saya mempelajari seperlunya, hanya untuk modal bercerita saja, tidak lebih. Dari web itu saya mendapat pengertian seperti di bawah ini,

» Read More...

Keluarga; Sebuah Bangunan yang Kompleks

Keluarga adalah rumah tangga yang memiliki hubungan darah atau perkawinan atau menyediakan terselenggaranya fungsi-fungsi instrumental mendasar dan fungsi-fungsi ekspresif keluarga bagi para anggotanya yang berada dalam suatu jaringan.
Fitzpatrick (2004), memberikan pengertian keluarga dengan cara meninjaunya berdasarkan tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu pengertian keluarga secara struktural, pengertian keluarga secara fungsional, dan pengertian keluarga secara intersaksional. Berikut ini masing-masing penjelasannya:

» Read More...

Perempuan Merah di Penghujung September

Oleh Helmy Fahruroji


“Kak, siapkan uang untuk sehabis lebaran ya” pinta Abdi pada kakaknya dalam pesan singkat sebuah telepon genggam.
“Memangnya sudah ada calonnya?” balas Alviy, kakak Abdi, yang mungkin sedang berada di kantornya.
“Sudah” Abdi menjawab pertanyaan kakaknya. Mereka saling balas pesan.
“Orang mana? Namanya siapa? Berapa umurnya? Kerja apa?” Abdi diberondong pertanyaan.
“Waduh! Nanti saja kenalan sendiri” itu adalah jawaban Abdi yang menjadi akhir dari berbalas pesan antara ia dengan kakaknya.

» Read More...

Ibu pada Jendela Kamarku

22 Desember 2012 pukul 14:44 


Pagi tadi aku tak bangun sepagi hari-hari biasanya, karena hari ini adalah hari awal liburnya aku dari pekerjaan. Pukul sepuluh aku baru membuka mataku, hanya membuka mataku belum bangkit dari tempat pembaringan sementara sederhanaku. Membuka mata, melihat sekeliling kamar dan melihat semua instrumen-instrumen pribadi yang selalu terlihat berantakan adalah hal biasa, tidak ada yang istimewa. Dalam keadaan memeluk guling aku masih meletakan badanku di sana, di kasurku. Matahari yang selalu ramah memberi senyum dari jendela timur kamarku membuatku menatap erat jendela kamarku yang sudah terbuka. Matahari itu akan segera menghilang dari tatapanku karena ia harus terus mematuhi perintah Tuhan sebelum pekerjaan terakhirnya.

» Read More...

Tidak Rindukah Kalian Kepada Matahari, Hujan dan Debu Jalanan?



» Read More...

Maukah Kau Menikah Denganku di Tahun Ini?

Ini adalah catatan menjelang pergantian tahun dari 2013 menuju 2014. Entah mengapa saya ingin menuliskan ini saat ini. Hari ini adalah hari Minggu tepat pukul 04.00 WIB, saat saya mulai menceritakan yang mungkin akan menjadi kenangan bagi saya sendiri dan menjadi salah satu bacaan ringan buatmu.

Aku, Yandri dan Aiv sudah menginginkan sebuah perjalanan untuk menyambut tahun 2014. Namun, tujuan yang pasti belum kami dapatkan. Hingga pada tanggal 27 Desember 2013, kami memutuskan untuk menuju Pulau Tidung. Kami belum pernah berada di sana dan kami ingin merasakan suasana pulau itu, itulah alasan kenapa kami ingin menuju ke sana. Sebelum tanggal 30 Desember 2013 kami mencoba mencari informasi sederhana tentang Pulau Tidung dan perjalanan yang harus kami lalui. Kami mendapatkan beberapa informasi tentang pulau tersebut, sebelumnya, yang kami tahu, pulau tersebut indah dan cukup menawan. Itu berdasarkan berita-berita yang kami simak baik dari yang sudah pernah ke sana maupun yang belum dan hanya sekedar menerka.

» Read More...

Doa di 11 Nopember

Kali ini aku akan kembali bercerita tentang cinta, cinta yang tak akan pernah ada habisnya. Sudah habis beberapa detik waktu kuhabiskan untuk memperoleh cinta yang sebenarnya. Namun, dari semua itu belum ada yang bisa aku anggap hakiki. Mungkin cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya hanya didapatkan pada saat yang tepat. Seorang sepasang akan mendapatkan dan mengerti cinta jika ia sudah terikat oleh pernikahan misalnya.
Saat ini, 11 November 2013, mungkin waktu yang akan menentukan nasib aku ke depan. Saat ini mungkin akan ada cerita yang baru dari semua cerita yang sudah pernah aku ada di dalamnya. Kenapa demikian?... saat ini seorang kekasih (yang apabila Alloh mengizinkan tahun depan akan aku nikahi) berulang tahun. Namun, ada sedikit konflik yang mesti dilewati setelah dua minggu aku tidak berkunjung ke rumahnya. Orang tua kekasihku menilai bahwa aku hanya bermain dengannya.

» Read More...

Berharap pada Bulan



Di sebuah desa yang sudah tersemar “polutan kekotaan”, terdapat sebuah keluarga. Keluarga itu memiliki seorang anak bungsu yang berjenis kelamin laki-laki berusia 28 tahun. Anak itu bernama Asrul, ia adalah seorang guru pada sekolah swasta di Kota Bogor. Dia memiliki dua orang kakak, satu perempuan dan satu lelaki. Kakak perempuannya bernama Via dan kakak lelakinya bernama Malik. Via seorang wanita yang tekun sedangkan Malik lelaki yang penuh percaya diri.


» Read More...

Perempuan Gingsul Berbibir Tebal

Salah satu kebahagiaan dalam hidup adalah disayangi dengan kesabaran dan kegigihan nan lembut. Kelembutan akan membawa pada tenangnya jiwa dan keabadian. Sudah lama berpetualang melalui berbagai macam jalan. Sudah terlalu lama berada pada jiwa-jiwa yang hanya ada kesenangan tanpa mimpi di atasnya. Tidak ada kepastian dan hanya berkaca pada keraguan di dalamnya.

Hari ini, saat matahari mulai meninggi aku masih asyik menyimak larik-larik lirik lagu Sang Legenda berambut dreadlock. Sambil menikmati secangkir kopi kuhayati betapa panjang perjalanan kita. Kau pernah menyimpan rasa benci yang tidak berkepanjangan, itu karena kelembutanmu. Aku yakin kau merasakan betapa berlikunya perjalanan ini. Namun, harapan tetap sama, berada pada dansa saat menyayikan lagu kemerdekaan bersama.

Puji syukur aku panjatkan atas terciptanya dirimu yang selalu diselimuti kesejukan menghadapiku. Semoga tuhan mengabadikan rasa itu, karena aku akan sangat membutuhkan selimut itu saat matahari membakar. Maafkan jiwa ini, Perempuanku, selama ini aku belum mampu memberikan kebahagiaan yang menenangkanmu. Namun, aku akan berusaha menyayangimu dengan tulus dan penuh kelembutan.

Aku berharap jalan ini tidak lagi terlalu panjang. Jalan ini harus kita ubah menjadi jalan yang benar-benar kitalah yang membuat petanya. Saat menulis ini, aku yakin Tuhan merasakan perasaanku yang di dalamnya ada harapan yang sangat untukmu. Kini, akan kukirim nafasku menujumu, ku tutup mataku untukmu, dan terus melangkah ke arahmu, Perempuan Ginsul Berbibir Tebal.

Biarkan saat kuhirup udara ada wangimu, ketika kupejamkan mata ada bayangmu, pada cermin ada senyummu, setiap mendengar ada desah harapmu, hingga kelak selalu ada kamu saat aku membuka kedua kelopak mataku.

“Berbahagialah bagi mereka yang senantiasa menjaga, menyayangi, dan mensyukuri apa yang dia miliki dengan lembut dan penuh kasih sayang.”

» Read More...

Pekan Tanpa Puisi

Tuhan tidak mengirim puisi beberapa hari belakangan ini, Ia mengirim nasihat-nasihat abstrak dari perjalanan. Banyak waktu aku habiskan untuk bercengkrama dengan para sahabat yang senantiasa membuat tertawa riang, walaupun sebenarnya perasaan dalam kemuraman. Tuhan selalu ada untuk kita, Kawan. Tuhan membuktikan kepeduliannya dengan mengirimkan sahabat-sahabat yang selalu bisa membuat tertawa dalam canda, namun dalam candanya penuh hikmah. Puji syukur untuk-Mu, Tuhan.

Sebagai seorang yang belum berumah tangga seperti aku, apalagi yang dipikirkan selain bagaimana mencari pasangan hidup yang sesuai visi dan misinya. Aku yakin Tuhan akan mengirimkan orang itu untukku kelak, ini cuma masalah kepercayaan dan keyakinan saja juga waktu tentunya.

Setelah beberapa waktu menimbang kriteria yang aku inginkan dan sangat sulit untuk didapatkan, sekarang ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk meraih itu. Temanku berkata “cari pasangan itu yang sayang sama kita dan orang tua, karena sebagai lelaki kita ditakdirkan sebagai kepala keluarga yang harus ditaati selama perintah itu baik untuk keluarga”. Lama aku mendalami kalimat itu hingga aku betul-betul mengerti dan paham hingga bisa mengaplikasikannya. Istri yang baik adalah istri yang taat kepada suaminya, Kawan, tidak ingin memenuhi segala keinginannya dan mengutamakan kepentingan keluarganya daripada keinginannya.

Setiap orang pasti ingin bahagia, hanya saja terkadang orang tidak bisa membedakan keinginan dan kebutuhannya. Butuh kecerdasan dan intuisi yang peka untuk membedakan kedua hal yang nyaris serupa tersebut. Karena manusia diciptakan dengan keistimewaan akal dan pikiran juga perasaan (hati nurani), maka, sampai mana seseorang menggunakan kelebihan-kelebihan hal tersebut untuk mencapai kebahagiaan.


Kebahagiaan adalah mensyukuri apa yang telah diberikan dan menjaganya dengan ketulusan dan penuh kasih sayang, Kawan. Jadi syukurilah apa yang telah kita miliki dan jaga ia dengan kelembutan kasih sayang yang tulus.

» Read More...

Dimana Kebahagiaan?....

Kenapa kita harus mengutamakan KEBAHAGIAAN?....

Apapun jika kita menjalankan sesuatu tanpa adanya rasa kebahagiaan yang tercipta pada hati dan pikiran, maka, akan terasa menjadi beban. Menunaikan atau menjalani sesuatu hal yang membahagiakan akan mengusir kejenuhan dan bahkan memunculkan keceriaan yang telah surut. Hidup bukan hanya saja tentang mengejar kesuksesan. Bagaimana William Henry "Bill" Gates meraih kesuksesan?.... karena dia bahagia menjalankan segala pekerjaannya.

Jangan pernah berpikir kita akan sukses apabila kita tidak menjalani kegiatan atau aktivitas sehari-hari tanpa ada kebahagiaan di dalamnya. Meraih masa depan yang sukses itu bukan hanya karena kerja keras tetapi karena kita bahagia terhadap kerja kita, sehingga kita tidak pernah merasakan tekanan dalam melaksanakannya. Jadi, hal pertama yang harus kita temukan adalah bahagia saat melaksanakan sesuatu pekerjaan.

» Read More...