Saya Percaya Tuhan, Saya Tidak Menangis

Gambar by google.com
Apakah kamu percaya Tuhan?... Jika kamu percaya, sejauh mana kamu mempercayai-Nya?... Percaya itu bukan tahu, tapi meyakini atau mengimani. Banyak orang yang tahu tentang Tuhan dan keberadaannya, tapi apa mereka telah meyakininya. Meyakini kasih sayang, pertolongan, dan ampunan-Nya.

Saya meyakini Tuhan dan segala kuasa yang Ia miliki. Kini, saya telah menyerahkan segala sesuatu yang akan terjadi pada diri saya kepada-Nya. Tentu setelah saya sudah meniatkan dan berusaha melakukan sesuatu. Hasil?... Hmmmmm. Biar Dialah yang menentukan sebab saya cuma manusia yang terbatas kemampuannya. Saya hanya bisa niat, usaha dan berdo'a.

» Read More...

Pekan Tanpa Puisi

Tuhan tidak mengirim puisi beberapa hari belakangan ini, Ia mengirim nasihat-nasihat abstrak dari perjalanan. Banyak waktu aku habiskan untuk bercengkrama dengan para sahabat yang senantiasa membuat tertawa riang, walaupun sebenarnya perasaan dalam kemuraman. Tuhan selalu ada untuk kita, Kawan. Tuhan membuktikan kepeduliannya dengan mengirimkan sahabat-sahabat yang selalu bisa membuat tertawa dalam canda, namun dalam candanya penuh hikmah. Puji syukur untuk-Mu, Tuhan.

Sebagai seorang yang belum berumah tangga seperti aku, apalagi yang dipikirkan selain bagaimana mencari pasangan hidup yang sesuai visi dan misinya. Aku yakin Tuhan akan mengirimkan orang itu untukku kelak, ini cuma masalah kepercayaan dan keyakinan saja juga waktu tentunya.

Setelah beberapa waktu menimbang kriteria yang aku inginkan dan sangat sulit untuk didapatkan, sekarang ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk meraih itu. Temanku berkata “cari pasangan itu yang sayang sama kita dan orang tua, karena sebagai lelaki kita ditakdirkan sebagai kepala keluarga yang harus ditaati selama perintah itu baik untuk keluarga”. Lama aku mendalami kalimat itu hingga aku betul-betul mengerti dan paham hingga bisa mengaplikasikannya. Istri yang baik adalah istri yang taat kepada suaminya, Kawan, tidak ingin memenuhi segala keinginannya dan mengutamakan kepentingan keluarganya daripada keinginannya.

Setiap orang pasti ingin bahagia, hanya saja terkadang orang tidak bisa membedakan keinginan dan kebutuhannya. Butuh kecerdasan dan intuisi yang peka untuk membedakan kedua hal yang nyaris serupa tersebut. Karena manusia diciptakan dengan keistimewaan akal dan pikiran juga perasaan (hati nurani), maka, sampai mana seseorang menggunakan kelebihan-kelebihan hal tersebut untuk mencapai kebahagiaan.


Kebahagiaan adalah mensyukuri apa yang telah diberikan dan menjaganya dengan ketulusan dan penuh kasih sayang, Kawan. Jadi syukurilah apa yang telah kita miliki dan jaga ia dengan kelembutan kasih sayang yang tulus.

» Read More...

Seberapa Pentingnya Aku?....

Bersatu dalam Damai
Berbicara tentang kehidupan jelas sebagai seorang manusia yang saling membutuhkan atau sering disebut ‘makhluk sosial’. Kita, tidak akan lepas dari yang namanya sudut pandang tiap individu yang ada di sekeliling kita. Nah.... kali ini mari kita bicarakan judul postingan artikel ini, “Seberapa Pentingnya Aku?”.

Menjadi bagian penting dalam kehidupan orang lain itu sendiri adalah hal penting, Sob. Ketika keberadaan kita sudah dianggap penting, maka, kita memiliki manfaat atau arti bagi orang tersebut. Namun, bukan perkara mudah untuk menjadikan diri kita seseorang yang penting bagi orang lain. Meskipun terkadang kita sudah menganggap penting orang tertentu tetapi belum tentu orang tersebut menganggap diri kita adalah bagian penting untuknya. Hal tersebut karena setiap insan memiliki sifat, sikap, karakter, prinsip, dan kepribadian sendiri.

Tidak sedikit sepertinya ketika dua orang sedang menjalani hubungan tetapi salah satunya tidak respect. Ini merupakan masalah besar, Sob!. Bisa kita bayangkan ketika kita sedang memikirkan dia ternyata dia tidak sama sekali memikirkan kita, ketika kita mengkhawatirkan dirinya ternyata dia tidak ada perasaan khawatir tentang kita, bahkan ketika kita memiliki perasaan kecewa tetapi ia acuh dan tidak mempedulikan sama sekali kekecewaan kita. Hal itu terjadi karena kita belum menjadi bagian penting dalam hidupnya, Sob.

Sebelum kita menjadikan diri kita sebagai orang yang ternyata penting bagi orang lain, jelas perlu usaha dan kerja keras juga, Sob. Memahami diri orang lain dalam situasi dan keadaan tertentu mungkin langkah awalnya. Setelah itu, kita mencoba memberikan apa yang dibutuhkannya, yang perlu diingat dalam setiap keadaan dan situasi tertentu jelas kebutuhannya pun berbeda, Sob.

Kenapa kebutuhan bukan keinginan?... Keinginan manusia itu gak bakal ada surutnya, yang ada terus makin pasang, berbeda dengan kebutuhan yang memiliki batasan pada situasi dan waktu tertentu. Kita juga manusia yang memiliki keterbatasan, so... jangan memaksakan diri juga untuk memenuhi kebutuhan orang lain, selama kita bisa kita bantu.

Ketika sudah berbagai usaha ternyata kita belum juga menjadi bagian penting orang yang kita maksud, sudah saatnya kita mengambil tindakan dan keputusan, Sob. Kebahagiaan itu, ketika kita bisa saling membutuhkan dan melengkapi satu sama lain. Kita penting baginya dan dia bagian penting dalam hidup kita, sehingga kita bisa saling berbagi juga dalam hal apapun. Itu baru namanya KEBERSAMAAN dalam KEDAMAIAN, Sob.

» Read More...

Rastafarian

RASTAFARIAN
Its A
Mystical Philosophy of LOVE, PEACE, and FREEDOM

Lion of Judah
"Rastafarian itu Philosofi Mistik tentang CINTA, PERDAMAIAN, dan KEMERDEKAAN"


» Read More...