Tuhan, Yakinkan Ia dengan Cara Mu

Aku adalah seorang lelaki yang terkadang merasa gengsi jika meneteskan air mata. Namun, entah kenapa dengan malam ini. Malam ini, aku tidak mampu menjaga agar air mata tetap menetap di tempatnya. Malam ini, aku tidak bisa menahan kesedihanku. Aku bersedih. Ternyata aku belum bisa benar-benar mengarti kamu, Kekasihku. Terlalu sering aku melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak aku sengaja hingga melukai hatimu.

Malam ini, Senin 7 April 2014, aku merasakan betapa aku ini adalah orang yang begitu bodoh. Aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk meneduhkan hatimu. Aku berada dalam pusara kebingungan yang arusnya berputar begitu acak. Aku bingung, Kekasihku. Aku telah sadar ternyata membiarkanmu untuk menghilangkan kemarahanmu padaku dengan caraku, malah menimbulkan kemarahan yang begitu dalam.

» Read More...

Eyeliner, Maskara dan (Calon) Istriku

Gambar: google.com
Saya tidak tahu kenapa tertarik untuk bercerita tentang eyeliner dan maskara. Sebenarnya saya tidak tahu apa itu eyeliner dan maskara, melihat mungkin sudah tapi tidak untuk memahami apalagi memakainya. Hmmm... Yang saya ketahui dua zat kimia itu selalu digunakan oleh calon istri saya saat ia akan bekerja. Setelah pulang biasanya ia mencoba melepaskannya secara manual dengan jari-jari lentiknya. Selebihnya saya tidak tahu apa-apa tentang eyeliner dan maskara. Namun, karena kebiasaan calon istri saya itu, saya tertarik bercerita tentang dua zat itu.
Saya mencoba mencari tahu tentang eyeliner di internet, sebab menceritakan sesuatu harus memiliki referensi. Jadi, hal sederhana dan mudah ya... mencari di internet. Saya menemukan artikel yang berjudul Apa Itu Eyelinner dari beberapa halaman di internet, kemudian saya mempelajari seperlunya, hanya untuk modal bercerita saja, tidak lebih. Dari web itu saya mendapat pengertian seperti di bawah ini,

» Read More...

Keluarga; Sebuah Bangunan yang Kompleks

Keluarga adalah rumah tangga yang memiliki hubungan darah atau perkawinan atau menyediakan terselenggaranya fungsi-fungsi instrumental mendasar dan fungsi-fungsi ekspresif keluarga bagi para anggotanya yang berada dalam suatu jaringan.
Fitzpatrick (2004), memberikan pengertian keluarga dengan cara meninjaunya berdasarkan tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu pengertian keluarga secara struktural, pengertian keluarga secara fungsional, dan pengertian keluarga secara intersaksional. Berikut ini masing-masing penjelasannya:

» Read More...

Perempuan Merah di Penghujung September

Oleh Helmy Fahruroji


“Kak, siapkan uang untuk sehabis lebaran ya” pinta Abdi pada kakaknya dalam pesan singkat sebuah telepon genggam.
“Memangnya sudah ada calonnya?” balas Alviy, kakak Abdi, yang mungkin sedang berada di kantornya.
“Sudah” Abdi menjawab pertanyaan kakaknya. Mereka saling balas pesan.
“Orang mana? Namanya siapa? Berapa umurnya? Kerja apa?” Abdi diberondong pertanyaan.
“Waduh! Nanti saja kenalan sendiri” itu adalah jawaban Abdi yang menjadi akhir dari berbalas pesan antara ia dengan kakaknya.

» Read More...

Terbunuh atau Membunuh Rindu

Terbunuh rindu?.... Tidak mungkin, Sayang!

Rindu ini tak akan mampu membunuhku. Ia adalah rekan setia di saat aku sendiri seperti ini. Ia merupakan teman saat aku mulai menikmati indahnya malam. Aku yakin dia tak mampu membunuhku karena aku pernah berdialog dengannya, Sayang.

Kala bulan hilang dan mendung digantikan oleh gerimis di malam minggu kemarin, ia datang dan menghampiriku.

» Read More...

Ibu pada Jendela Kamarku

22 Desember 2012 pukul 14:44 


Pagi tadi aku tak bangun sepagi hari-hari biasanya, karena hari ini adalah hari awal liburnya aku dari pekerjaan. Pukul sepuluh aku baru membuka mataku, hanya membuka mataku belum bangkit dari tempat pembaringan sementara sederhanaku. Membuka mata, melihat sekeliling kamar dan melihat semua instrumen-instrumen pribadi yang selalu terlihat berantakan adalah hal biasa, tidak ada yang istimewa. Dalam keadaan memeluk guling aku masih meletakan badanku di sana, di kasurku. Matahari yang selalu ramah memberi senyum dari jendela timur kamarku membuatku menatap erat jendela kamarku yang sudah terbuka. Matahari itu akan segera menghilang dari tatapanku karena ia harus terus mematuhi perintah Tuhan sebelum pekerjaan terakhirnya.

» Read More...

Cerita Saja

Tajurhalang, 2 Februari 2014


Seteah selesai sholat Dzuhur, saya tak sabar rasanya ingin membuat beberapa catatan evaluasi tentang Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada hari ini. Ada beberapa pesan yang saya dapat dari hasil pengamatan saya, dan akan saya sampaikan kepada teman yang berada di Dusun 1 desa Tajurhalang. Jadi, saya harapkan teman-teman semua menyempatkan diri untuk membaca dan memahami catatan ini.

1 Februari kemarin sepulang saya dari pekerjaan, saya sempatkan untuk mampir dan melihat persiapan maulid di Masjid Jami al-Hidayah. Lalu, apa yang saya dapatkan;

» Read More...

Rendah Tak Selalu Buruk



Sore tadi, 28 Januari 2014. Anak-anak itu lucu, pintar, kritis, polos, dan selalu saja ingin tahu masalah pribadi. Jam yang seharusnya saya gunakan untuk bimbel sore tadi, ternyata berubah menjadi kelas berbagi. Kelas tempat saya membagi saat itu adalah kelas IX-C di MTs Tarbiyatusshibyan, Bogor. Kelas IX-C adalah kelas unggulan dari tiga kelas IX lainnya yang ada di sekolah itu. Kelas yang lebih produktif, kreatif, dan kritis.

» Read More...

Maukah Kau Menikah Denganku di Tahun Ini?

Ini adalah catatan menjelang pergantian tahun dari 2013 menuju 2014. Entah mengapa saya ingin menuliskan ini saat ini. Hari ini adalah hari Minggu tepat pukul 04.00 WIB, saat saya mulai menceritakan yang mungkin akan menjadi kenangan bagi saya sendiri dan menjadi salah satu bacaan ringan buatmu.

Aku, Yandri dan Aiv sudah menginginkan sebuah perjalanan untuk menyambut tahun 2014. Namun, tujuan yang pasti belum kami dapatkan. Hingga pada tanggal 27 Desember 2013, kami memutuskan untuk menuju Pulau Tidung. Kami belum pernah berada di sana dan kami ingin merasakan suasana pulau itu, itulah alasan kenapa kami ingin menuju ke sana. Sebelum tanggal 30 Desember 2013 kami mencoba mencari informasi sederhana tentang Pulau Tidung dan perjalanan yang harus kami lalui. Kami mendapatkan beberapa informasi tentang pulau tersebut, sebelumnya, yang kami tahu, pulau tersebut indah dan cukup menawan. Itu berdasarkan berita-berita yang kami simak baik dari yang sudah pernah ke sana maupun yang belum dan hanya sekedar menerka.

» Read More...

Doa di 11 Nopember

Kali ini aku akan kembali bercerita tentang cinta, cinta yang tak akan pernah ada habisnya. Sudah habis beberapa detik waktu kuhabiskan untuk memperoleh cinta yang sebenarnya. Namun, dari semua itu belum ada yang bisa aku anggap hakiki. Mungkin cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya hanya didapatkan pada saat yang tepat. Seorang sepasang akan mendapatkan dan mengerti cinta jika ia sudah terikat oleh pernikahan misalnya.
Saat ini, 11 November 2013, mungkin waktu yang akan menentukan nasib aku ke depan. Saat ini mungkin akan ada cerita yang baru dari semua cerita yang sudah pernah aku ada di dalamnya. Kenapa demikian?... saat ini seorang kekasih (yang apabila Alloh mengizinkan tahun depan akan aku nikahi) berulang tahun. Namun, ada sedikit konflik yang mesti dilewati setelah dua minggu aku tidak berkunjung ke rumahnya. Orang tua kekasihku menilai bahwa aku hanya bermain dengannya.

» Read More...

Berharap pada Bulan



Di sebuah desa yang sudah tersemar “polutan kekotaan”, terdapat sebuah keluarga. Keluarga itu memiliki seorang anak bungsu yang berjenis kelamin laki-laki berusia 28 tahun. Anak itu bernama Asrul, ia adalah seorang guru pada sekolah swasta di Kota Bogor. Dia memiliki dua orang kakak, satu perempuan dan satu lelaki. Kakak perempuannya bernama Via dan kakak lelakinya bernama Malik. Via seorang wanita yang tekun sedangkan Malik lelaki yang penuh percaya diri.


» Read More...

ANYER: Sesaat Bersamamu, Berlama-lama dengan Crew SAM

"Ketika Kita Tak Dipertemukan di Satu Tempat, Masih Banyak Tempat yang Akan Mempertemukan Kita" - Oplet dan Scooternya


Ketika menuju Pantai Sawarna, aku tak sempat jumpa dia. Namun, bukan berarti kita tak akan dipertemukan kembali di tempat lain. Tuhan akhirnya mempertemukan kami di antara kerumunan orang-orang Kemang-Bogor di Pantai Pasir Putih, Anyer Serang Banten. Hari itu hari Sabtu tepat HUT RI Ke 68. Saat warga Kemang-Bogor hampir seluruhnya menyerbu Pantai Pasir Putih. (Hahahaha :P)

Perjalanan aku mulai pada pukul 11.00 PM. Aku berangkat menuju Anyer bersama dengan Crew SAM (Scooter Ambrak Maur) yang memang berasal dari Kemang-Bogor. Awalnya ragu-ragu untuk berangkat, namun, setelah beberapa strategi dilaksanakan akhirnya tancap gas si Serah juga.

» Read More...

Kulepas Kau Bersama Senja

Sudah cukup lama sepertinya aku merasakan sesak merindukanmu. Merindukanmu mengubah kepribadianmu yang melulu memanjakan diri kepada orang lain. Kau tak pernah bisa membuktikan perkataanmu, semua tidak ada sinkronisasi. Umpama berharap tapi tiada usaha!.

Sudah cukup lama aku menantimu meminta untuk memulai cerita yang baru dengan gaya yang baru pula. Namun, hingga saat ini tiadak ada sepatah kata pun yang kau hembuskan di daun teingaku, desahpun tidak terdengar. Apa aku masih harus menunggu?.

Jika memang kau menyadari kesalahanmu, menyesali apa yang telah kau lepaskan, kenapa tidak bisa memperbaiki dengan sebuah kalimat yang mengandung makna dalam dan kau jadikan pedoman untukmu melangkah ke depan?. Aku tidak bisa memulai karena dahulu kau yang melepaskan. Apakah etis seorang yang dilepaskan mengejar kembali, berharap pada kesalahan orang lain?.

» Read More...

Ketika Kita Tak Dipertemukan di Sawarna

Sejak pertengahan Ramadhan, aku dan beberapa sahabat merencanakan liburan Lebaran tahun 2013 menuju Pantai Sawarna. Kenapa Sawarna?... Banyak alasan yang membuatku tertuju pada tempat itu, mulai dari lokasi yang katanya "bagus, bersih dan masih perawan" (ayeyyy :P). Namun, ada dua alasan yang memacu agar aku harus menembus lika-liku jalan dan turun-naiknya jalan, pertama karena aku memang belum pernah memijakkan kakiku di sana, kedua karena ada perempuan berkulit merah di sana (ceileeee).

Rencana ya tinggal rencana, beberapa sahabat tumbang niatnya untuk ke Sawarna pada Sabtu dini hari karena berbagai macam alasan, hingga tersisa saya dan Yandri. Tersisa dua vespa, Serah(Sespan Merah) dan Bhuto (Vespa Ijo) milik Yandri. Akhirnya kami mengatur rencana untuk tetap berangkat pada Sabtu dini hari meskipun berdua, masalah kendaraan situasional saja yang terpenting tujuan terlaksana. Tak ada Vespa, Jepangan pun jadi!

Rencana kami memang akan bergerak pada hari Sabtu dini hari agar terhindar dari macetnya jalan. Pada pukul 06.00 PM saya dan Yandri berencana untuk ke Gunung Bunder untuk mengunjungi seorang terlebih dahulu dan meminjam kamera. Namun, setelah melewati Semplak jalan begitu macet dan sulit bergerak. Karena saya menggendari Serah saya, akhirnya kami memtuskan untuk kembali pulang.

Saat pertengahan jalan kami merasa bingung mau kemana malam itu. Setelah beberapa lama berpikir dan berada dalam pusara kebingungan kami memtuskan untuk bergegas pulang ke rumahku. Saya berusaha untuk tetap membawa Serah dengan menghubungi Cepot tetapi ternyata gigi borobudur Bhuto kondisinya mengkhawatirkan untuk dikendarai menuju Sawarna.

Pada pukul 02.30 AM kami memutuskan untuk mulai bersiap-siap dengan menggunakan Vixinya Yandri... Gas polllll, Bro!

Ketika tiba di Caringin kami istirahat untuk mengisi perut untuk menghindari masuk angin. (hehehe) Kami melanjutkan perjalanan dan istirahat kembali di Cibadak, minum secangkir kopi untuk menghangatkan badan dan istirahat kembali di Pantai Pelabuhan Ratu guna mengikis rasa kantuk.

Ada rasa ingin segera tiba di Sawarna setelah mendengar bisikan-bisikan dari telepon genggam. Ingin segera sampai di sana dan tidak hanya mendengar suaranya. Pukul 11.00 AM kami melanjutkan perjalanan menuju Sawarna dan meninggalkan Pelabuhan Ratu. Penuh semangat Yandri menarik-narik pedal gas yang ada di tangannya melewati turun-naik dan kelokan-kelokan jalan.

Pada pukul satu lebih beberapa menit kami tiba di depan jembatan traditional menuju Pantai Sawarna.

Depan Jembatan Sawarna
Setibanya di sana aku langsung mencoba menghubungi Red, namun, huh... tiada ada tanda-tanda :( maka kami menuju tempat parkir untuk menitipkan motor dan istirahat sejenak karena kami akan bermalam di tepi pantai.

Setelah beberapa kali terus-menerus mencoba mencari informasi tentang dia dan tiada jua kabar yang aku dapatkan, mungkin dia telah berada dalam perjalanan kembali menuju Bogor. Pada hari Sabtu siang, teman-teman dari kampung halaman tiba di Sawarna hingga kami dapat berkumpul dengan mereka dan menghapus heningnya senja tanpa dirimu.

Ternyata aku tidak dipertemukan dengannya, mungkin kau berjodoh dengan Serah tetapi tidak denganku. Jika dia mengingatnya aku pernah berkata dalam pesan singkat "Mungkin kalau kita jodoh, kita akan dipertemukan di sana (Sawarna)" dan ternyata kita tidak dipertemukan. Apa ini pertanda?.... Aku hanya dipertemukan dengan senja dan fajar di sana, di sawarna yang menggoda touris untuk memainkan papan selancarnya pada debur ombak yang memesona. Jika memang demikian, semoga ada yang terbaik di ujung sana, di suatu tempat yang sedang menanti kehadiranmu, kehadiran gadis yang membuat hidupnya berubah menjadi merah. Apabila kita dipertemukan kembali di tempat lain, mungkin kita akan berada di sana kembali bersama.

Senja di Sawarna

Pagi di Sawarna

Manteman Dari Desa

Jaga Kebersihan Sawarna

Fajar di Sawarna

Fajar di Sawarna


*** SAMPAI BERTEMU LAGI, SAWARNA***

» Read More...