Saya Percaya Tuhan, Saya Tidak Menangis

Gambar by google.com
Apakah kamu percaya Tuhan?... Jika kamu percaya, sejauh mana kamu mempercayai-Nya?... Percaya itu bukan tahu, tapi meyakini atau mengimani. Banyak orang yang tahu tentang Tuhan dan keberadaannya, tapi apa mereka telah meyakininya. Meyakini kasih sayang, pertolongan, dan ampunan-Nya.

Saya meyakini Tuhan dan segala kuasa yang Ia miliki. Kini, saya telah menyerahkan segala sesuatu yang akan terjadi pada diri saya kepada-Nya. Tentu setelah saya sudah meniatkan dan berusaha melakukan sesuatu. Hasil?... Hmmmmm. Biar Dialah yang menentukan sebab saya cuma manusia yang terbatas kemampuannya. Saya hanya bisa niat, usaha dan berdo'a.

» Read More...

Keluarga; Sebuah Bangunan yang Kompleks

Keluarga adalah rumah tangga yang memiliki hubungan darah atau perkawinan atau menyediakan terselenggaranya fungsi-fungsi instrumental mendasar dan fungsi-fungsi ekspresif keluarga bagi para anggotanya yang berada dalam suatu jaringan.
Fitzpatrick (2004), memberikan pengertian keluarga dengan cara meninjaunya berdasarkan tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu pengertian keluarga secara struktural, pengertian keluarga secara fungsional, dan pengertian keluarga secara intersaksional. Berikut ini masing-masing penjelasannya:

» Read More...

Ibu pada Jendela Kamarku

22 Desember 2012 pukul 14:44 


Pagi tadi aku tak bangun sepagi hari-hari biasanya, karena hari ini adalah hari awal liburnya aku dari pekerjaan. Pukul sepuluh aku baru membuka mataku, hanya membuka mataku belum bangkit dari tempat pembaringan sementara sederhanaku. Membuka mata, melihat sekeliling kamar dan melihat semua instrumen-instrumen pribadi yang selalu terlihat berantakan adalah hal biasa, tidak ada yang istimewa. Dalam keadaan memeluk guling aku masih meletakan badanku di sana, di kasurku. Matahari yang selalu ramah memberi senyum dari jendela timur kamarku membuatku menatap erat jendela kamarku yang sudah terbuka. Matahari itu akan segera menghilang dari tatapanku karena ia harus terus mematuhi perintah Tuhan sebelum pekerjaan terakhirnya.

» Read More...

Rendah Tak Selalu Buruk



Sore tadi, 28 Januari 2014. Anak-anak itu lucu, pintar, kritis, polos, dan selalu saja ingin tahu masalah pribadi. Jam yang seharusnya saya gunakan untuk bimbel sore tadi, ternyata berubah menjadi kelas berbagi. Kelas tempat saya membagi saat itu adalah kelas IX-C di MTs Tarbiyatusshibyan, Bogor. Kelas IX-C adalah kelas unggulan dari tiga kelas IX lainnya yang ada di sekolah itu. Kelas yang lebih produktif, kreatif, dan kritis.

» Read More...

Tidak Rindukah Kalian Kepada Matahari, Hujan dan Debu Jalanan?



» Read More...

ANYER: Sesaat Bersamamu, Berlama-lama dengan Crew SAM

"Ketika Kita Tak Dipertemukan di Satu Tempat, Masih Banyak Tempat yang Akan Mempertemukan Kita" - Oplet dan Scooternya


Ketika menuju Pantai Sawarna, aku tak sempat jumpa dia. Namun, bukan berarti kita tak akan dipertemukan kembali di tempat lain. Tuhan akhirnya mempertemukan kami di antara kerumunan orang-orang Kemang-Bogor di Pantai Pasir Putih, Anyer Serang Banten. Hari itu hari Sabtu tepat HUT RI Ke 68. Saat warga Kemang-Bogor hampir seluruhnya menyerbu Pantai Pasir Putih. (Hahahaha :P)

Perjalanan aku mulai pada pukul 11.00 PM. Aku berangkat menuju Anyer bersama dengan Crew SAM (Scooter Ambrak Maur) yang memang berasal dari Kemang-Bogor. Awalnya ragu-ragu untuk berangkat, namun, setelah beberapa strategi dilaksanakan akhirnya tancap gas si Serah juga.

» Read More...

Merah yang Tak Lagi Ramah


Beberapa minggu lalu aku sempat senang dengan merah. Tidak tahu pasti apa penyebabnya, ia begitu menghibur. Rasa itu muncul begitu saja seperti rangkaian kata nan klise pujangga pemula. Ketidaktahuan menghantarku tiba dalam indahnya merah. Merah yang memang mempesona di kala itu. Aku tidak hanya senag, namun, memiliki merah itu. Bukan! bukan aku yang memilikinya tetapi dialah yang memilikiku. Aku berada dalam genggamannya.

Merah?... kuat, berani, percaya diri, dan gairah. Merah memang memiliki banyak arti, mulai dari cinta yang bergairah hingga kekerasan perang. Hmmmp?... Warna ini tak cuma memengaruhi psikologi tapi juga fisik. Penelitian menunjukkan menatap warna merah bisa meningkatkan detak jantung dan membuat kita bernapas lebih cepat.

Beberapa waktu aku melewatkan hari-hari dengan merah. Merah ini berbeda, ia bisa menciptakan tawa dengan candanya. Merah ini memang berani dan terkesan apa adanya. Merah ini seperti merah pada umumnya yang berapi-api dan sulit dikendalikan. Merah ini, merah yang bahagia dengan kesukaannya. Merah yang terkadang manja dan terkadang arogan!.

Aku hanya seorang lelaki yang terkadang menggunakan logika untuk memutuskan sesuatu. Namun, tak jarang menggunakan hati untuk mempertahankan langkah. Hingga pada akhirnya Tuhan menuliskan takdir yang berbeda di Lauhl Mahfud-Nya, merah itu pergi dengan apa yang diinginkannya. Aku hanya seorang lelaki yang terkadang menggunakan logika untuk memutuskan sesuatu, namun, tak jarang menggunakan hati untuk mempertahankan langkah. Maka, aku tetapkan untuk berpikir positif dan melapangkan hati untuk merelakan dan melepasnya.

Biar bagaimanapun, merah itu tetap menarik dan seperti apapun, merah itu menawan. Teruslah berjalan menuju impian pada tanah merahmu. Jadilah merah yang bahagia dan membahagiakan dengan gairahmu. Ciptakan peta agar kau tahu dengan pasti ke mana tapak kakimu akan kau langkahkan. Ubahlah dunia ini menjadi merah, semerah hatimu. Hingga pada kahirnya aku mengirim do’a; “semoga kau bisa membahagiakan orang-orang yang menyayangimu dan berada di dekatmu dengan merahmu meskipun hidup tak selamanya merah”.

» Read More...

Pekan Tanpa Puisi

Tuhan tidak mengirim puisi beberapa hari belakangan ini, Ia mengirim nasihat-nasihat abstrak dari perjalanan. Banyak waktu aku habiskan untuk bercengkrama dengan para sahabat yang senantiasa membuat tertawa riang, walaupun sebenarnya perasaan dalam kemuraman. Tuhan selalu ada untuk kita, Kawan. Tuhan membuktikan kepeduliannya dengan mengirimkan sahabat-sahabat yang selalu bisa membuat tertawa dalam canda, namun dalam candanya penuh hikmah. Puji syukur untuk-Mu, Tuhan.

Sebagai seorang yang belum berumah tangga seperti aku, apalagi yang dipikirkan selain bagaimana mencari pasangan hidup yang sesuai visi dan misinya. Aku yakin Tuhan akan mengirimkan orang itu untukku kelak, ini cuma masalah kepercayaan dan keyakinan saja juga waktu tentunya.

Setelah beberapa waktu menimbang kriteria yang aku inginkan dan sangat sulit untuk didapatkan, sekarang ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk meraih itu. Temanku berkata “cari pasangan itu yang sayang sama kita dan orang tua, karena sebagai lelaki kita ditakdirkan sebagai kepala keluarga yang harus ditaati selama perintah itu baik untuk keluarga”. Lama aku mendalami kalimat itu hingga aku betul-betul mengerti dan paham hingga bisa mengaplikasikannya. Istri yang baik adalah istri yang taat kepada suaminya, Kawan, tidak ingin memenuhi segala keinginannya dan mengutamakan kepentingan keluarganya daripada keinginannya.

Setiap orang pasti ingin bahagia, hanya saja terkadang orang tidak bisa membedakan keinginan dan kebutuhannya. Butuh kecerdasan dan intuisi yang peka untuk membedakan kedua hal yang nyaris serupa tersebut. Karena manusia diciptakan dengan keistimewaan akal dan pikiran juga perasaan (hati nurani), maka, sampai mana seseorang menggunakan kelebihan-kelebihan hal tersebut untuk mencapai kebahagiaan.


Kebahagiaan adalah mensyukuri apa yang telah diberikan dan menjaganya dengan ketulusan dan penuh kasih sayang, Kawan. Jadi syukurilah apa yang telah kita miliki dan jaga ia dengan kelembutan kasih sayang yang tulus.

» Read More...

Seberapa Pentingnya Aku?....

Bersatu dalam Damai
Berbicara tentang kehidupan jelas sebagai seorang manusia yang saling membutuhkan atau sering disebut ‘makhluk sosial’. Kita, tidak akan lepas dari yang namanya sudut pandang tiap individu yang ada di sekeliling kita. Nah.... kali ini mari kita bicarakan judul postingan artikel ini, “Seberapa Pentingnya Aku?”.

Menjadi bagian penting dalam kehidupan orang lain itu sendiri adalah hal penting, Sob. Ketika keberadaan kita sudah dianggap penting, maka, kita memiliki manfaat atau arti bagi orang tersebut. Namun, bukan perkara mudah untuk menjadikan diri kita seseorang yang penting bagi orang lain. Meskipun terkadang kita sudah menganggap penting orang tertentu tetapi belum tentu orang tersebut menganggap diri kita adalah bagian penting untuknya. Hal tersebut karena setiap insan memiliki sifat, sikap, karakter, prinsip, dan kepribadian sendiri.

Tidak sedikit sepertinya ketika dua orang sedang menjalani hubungan tetapi salah satunya tidak respect. Ini merupakan masalah besar, Sob!. Bisa kita bayangkan ketika kita sedang memikirkan dia ternyata dia tidak sama sekali memikirkan kita, ketika kita mengkhawatirkan dirinya ternyata dia tidak ada perasaan khawatir tentang kita, bahkan ketika kita memiliki perasaan kecewa tetapi ia acuh dan tidak mempedulikan sama sekali kekecewaan kita. Hal itu terjadi karena kita belum menjadi bagian penting dalam hidupnya, Sob.

Sebelum kita menjadikan diri kita sebagai orang yang ternyata penting bagi orang lain, jelas perlu usaha dan kerja keras juga, Sob. Memahami diri orang lain dalam situasi dan keadaan tertentu mungkin langkah awalnya. Setelah itu, kita mencoba memberikan apa yang dibutuhkannya, yang perlu diingat dalam setiap keadaan dan situasi tertentu jelas kebutuhannya pun berbeda, Sob.

Kenapa kebutuhan bukan keinginan?... Keinginan manusia itu gak bakal ada surutnya, yang ada terus makin pasang, berbeda dengan kebutuhan yang memiliki batasan pada situasi dan waktu tertentu. Kita juga manusia yang memiliki keterbatasan, so... jangan memaksakan diri juga untuk memenuhi kebutuhan orang lain, selama kita bisa kita bantu.

Ketika sudah berbagai usaha ternyata kita belum juga menjadi bagian penting orang yang kita maksud, sudah saatnya kita mengambil tindakan dan keputusan, Sob. Kebahagiaan itu, ketika kita bisa saling membutuhkan dan melengkapi satu sama lain. Kita penting baginya dan dia bagian penting dalam hidup kita, sehingga kita bisa saling berbagi juga dalam hal apapun. Itu baru namanya KEBERSAMAAN dalam KEDAMAIAN, Sob.

» Read More...

Dimana Kebahagiaan?....

Kenapa kita harus mengutamakan KEBAHAGIAAN?....

Apapun jika kita menjalankan sesuatu tanpa adanya rasa kebahagiaan yang tercipta pada hati dan pikiran, maka, akan terasa menjadi beban. Menunaikan atau menjalani sesuatu hal yang membahagiakan akan mengusir kejenuhan dan bahkan memunculkan keceriaan yang telah surut. Hidup bukan hanya saja tentang mengejar kesuksesan. Bagaimana William Henry "Bill" Gates meraih kesuksesan?.... karena dia bahagia menjalankan segala pekerjaannya.

Jangan pernah berpikir kita akan sukses apabila kita tidak menjalani kegiatan atau aktivitas sehari-hari tanpa ada kebahagiaan di dalamnya. Meraih masa depan yang sukses itu bukan hanya karena kerja keras tetapi karena kita bahagia terhadap kerja kita, sehingga kita tidak pernah merasakan tekanan dalam melaksanakannya. Jadi, hal pertama yang harus kita temukan adalah bahagia saat melaksanakan sesuatu pekerjaan.

» Read More...